{"id":1818,"date":"2026-03-20T23:28:08","date_gmt":"2026-03-20T15:28:08","guid":{"rendered":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/?p=1818"},"modified":"2026-03-20T23:28:08","modified_gmt":"2026-03-20T15:28:08","slug":"kecerdasan-buatan-dalam-desain-arsitektur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/2026\/03\/20\/kecerdasan-buatan-dalam-desain-arsitektur\/","title":{"rendered":"KECERDASAN BUATAN\u00a0 DALAM DESAIN ARSITEKTUR"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Paul J. Andjelicus<\/strong><br>Perencana Madya\u00a0 Bidang Spasial\u00a0 Dinas Parekraf Provinsi NTT <br>Anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) NTT<\/p>\n\n\n\n<p>Arsitektur sebagai salah satu sub sektor ekonomi kreatif ternyata tidak luput dari serangan badai &nbsp;teknologi &nbsp;kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Banyak karya desain arsitektur dewasa ini yang mengunakan AI khususnya kebutuhan menghasilkan visualisasi desain arsitektur yang semakin mendekati dunia nyata. Perkembangan dalam 5 tahun terakhir sangat cepat. Kurikulum pendidikan arsitektur di Indonesia &nbsp;juga mulai adaptif dengan perkembangan AI. Prodi arsitektur di beberapa universitas ternama tanah air &nbsp;sudah memasukan mata kuliah &nbsp;terkait &nbsp;arsitektur digital dan AI.<\/p>\n\n\n\n<p>Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menyadari pentingnya para arsitek tanah air untuk memahani penggunaan AI dalam desain. Hal ini dilakukan dengan mengadakan webinar terkait pemanfaatan AI. Kegiatan ini masuk dalam program &nbsp;pendidikan kompetensi berjenjang yang disebut&nbsp; Architectural Advance Professional Development Course atau AAPDC. Program ini dirancang IAI &nbsp;untuk &nbsp;para arsitek &nbsp;&nbsp;sebagai Program Pengembangan Profesi Arsitek. Penulis berkesempatan&nbsp; mengikuti&nbsp; webinar tersebut yang mengambil &nbsp;tema \u201cAI untuk Konseptualisasi Desain\u201d &nbsp;pada hari Selasa 10 Maret 2026 secara daring. Narasumber webinar ini adalah Ar. Yasser Hafizs,GP,IAI dari Matra Studio, sebuah studio arsitektur dari&nbsp; Jakarta.&nbsp; Webinar ini &nbsp;membahas pemanfaatan AI&nbsp; sebagai bagian dari proses kreatif arsitek dalam mengembangkan konsep desain dengan &nbsp;materi&nbsp; meliputi &nbsp;&nbsp;<em>AI a new design medium,&nbsp; AI workflow for design ideation<\/em> dan &nbsp;<em>AI as a design assistance<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>AI a New Design Medium<\/strong><br>Pendekatan dalam desain arsitektur menjadi semakin luas dan berkembamg dengan kehadiran AI melalui berbagai tool aplikasi yang terus berkembang secara cepat. AI memang menjadi sebuah model desain baru (<em>new design<\/em>) untuk mendukung <em>design research<\/em>, eksplorasi gagasan desain termasuk untuk pemilihan material. Kemudian mendukung studi penataan massa bangunan (<em>massing studies<\/em>) dan ini yang\u00a0 sangat digandrungi \u00a0arsitek saat ini yaitu dukungan untuk menampilkan tampilan alternatif visualisasi desain yang berbeda-beda secara cepat (<em>quick visualitation<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"624\" height=\"221\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1819\" style=\"width:730px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul.png 624w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-300x106.png 300w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">bangunan, dimensi, \u00a0material yang dipakai dan lokasi. AI membantu \u00a0arsitek untuk membayangkan visualisasi akhir desain arsitektur yang sesuai dengan konsep \u00a0dan konteks yang ada.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>AI Workflow for Design Ideation<\/strong> <br>Arsitek dalam berkarya akan melalui sebuah alur tahapan (<em>workflow<\/em>) yang terdiri dari penyusunan konsep rancangan, membuat pra rancangan \/ skematik desain, pengembangan rancangan dan pembuatan gambar rencana.\u00a0 Kemudian ada\u00a0 tahapan lainnya yaitu\u00a0 membantu proses pengadaan pelaksanan konstruksi dan pengawasan berkala aspek arsitektur, yang menjadi \u00a06 (enam) tahapan layanan utama praktek profesi arsitek di Indonesia sesuai UU Nomor 6 Tahun 2017 tentang\u00a0 Arsitek.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"364\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-2-1024x364.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1821\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-2-1024x364.png 1024w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-2-300x107.png 300w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-2-768x273.png 768w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-2.png 1447w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dari gambar diatas,\u00a0 AI telah masuk dalam 3 tahapan awal yang cukup\u00a0\u00a0 penting.\u00a0 Pada Idea Generation merupakan tahap konsep rancangan, kehadiran AI membantu penggalian ide dan gagasan bentuk berdasarkan design brief (semacam KAK desain) dan berbagai pedoman regulasi terkait yang ada. \u00a0Berbagai pilihan bentuk dapat ditampilkan\u00a0 melalui <em>text to image, sketch to image<\/em> maupun <em>image to image<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"496\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-3.png-1024x496.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1822\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-3.png-1024x496.jpg 1024w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-3.png-300x145.jpg 300w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-3.png-768x372.jpg 768w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-3.png.jpg 1428w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Gambar di atas merupakan contoh penerapan AI pada tahapan konsep rancangan melalui\u00a0 <em>text to image<\/em>.\u00a0 Model desain taman ruang publik\u00a0 yang dihasilkan melalui perintah tertentu (<em>prompt<\/em>) susunan kata \/ kalimat\u00a0 yaitu ruang terbuka publik, warga kota yang berjalan, bentuk mainan lego dan bentuk tangga spiral.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"393\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-4.png-1024x393.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1823\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-4.png-1024x393.jpg 1024w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-4.png-300x115.jpg 300w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-4.png-768x294.jpg 768w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-4.png.jpg 1437w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Contoh di atas, masih pada tahapan konsep rancangan dari \u00a0sebuah sketsa tangan dapat berubah menjadi model \u00a0visualisasi sesuai keinginan dengan memasukkan sejumlah <em>prompt<\/em> seperti kondisi lokasi, material, gaya arsitektur dan lainnya. \u00a0<br>Tahap pra rancangan atau skematif desain, AI membantu\u00a0 membuat visualisasi 3 Dimensi dengan kemampuan render yang berkualitas untuk menampilkan citra gagasan yang lebih baik. Ini menjadi modal awal untuk pengembangan rancangan sampai \u00a0akhirnya sebuah rancangan desain final ditetapkan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"624\" height=\"204\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-5.png.jpg.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1824\" style=\"width:723px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-5.png.jpg.png 624w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-5.png.jpg-300x98.png 300w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Gambar di atas merupakan Proposal Desain\u00a0 Instalasi Gerbang Masuk (<em>entrance)<\/em> Blok M Hub Jakarta yang menggabungkan antara sketsa ide dan foto lokasi yang kemudian divisualisasikan dalam skematik desain dengan bantuan AI.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"624\" height=\"319\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-6.jpg.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1825\" style=\"width:718px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-6.jpg.png 624w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-6.jpg-300x153.png 300w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Gambar di atas, \u00a0memperlihatkan visualisasi desain penggunaan \u00a0berbagai material (kayu, beton, polycarbonate, \u00a0panil alumanium) \u00a0pada \u00a0tahapan pengembangan rancangan dengan tampilan 3 D dan simulasi rendering. Rendering sendiri merupakan proses penciptaan citra virtual dari desain dalam 3 Dimensi (warna, tekstur, pencahayaan) agar lebih detail dan realistis. Dengan AI, berbagai tampilan perubahan penggunaan material dapat dilakukan dengan cepat (dalam hitungan menit).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>AI as a Design Assistance<\/strong> <br>Tools AI untuk para arsitek sebagai alat bantu (<em>assistance<\/em>) sesuai fungsinya sudah cukup banyak dengan perkembangan varian \/ edisi yang begitu cepat. Seperti untuk tampilan image, tahun 2022 \u00a0ada Midjourney V2 dan tahun 2025 muncul \u00a0aplikasi Nano Banana Pro. Untuk <em>design research<\/em> ada GPTs untuk arsitek, \u00a0kemudian\u00a0 ada MCP (Model Context Protokol) yang \u00a0berfungsi sebagai lapisan \/ layer standarisasi untuk berbagai aplikasi\u00a0AI\u00a0yang digunakan agar dapat berkomunikasi secara efektif dengan layanan eksternal seperti\u00a0alat,\u00a0basis data, dan tempat yang telah ditentukan sebelumnya. \u00a0\u00a0Selanjutnya beberapa tools AI untuk \u00a0arsitek seperti gambar berikut.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"610\" height=\"285\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-7.jpg.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1826\" style=\"width:721px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-7.jpg.png 610w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-7.jpg-300x140.png 300w\" sizes=\"(max-width: 610px) 100vw, 610px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebelum menutup sesi webinar ini, narasumber\u00a0 menampilkan sebuah proses desain arsitektur dengan dukungan berbagai tools AI yaitu \u00a0Proposal Desain di Kawasan Sunan\u00a0 Ampel Surabaya. Proses ini memperlihatkan keterlibatan tools AI dalam perencanaan dari tahap konsep \u00a0sampai pengembangan rancangan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"631\" height=\"256\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-8.jpg.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1827\" style=\"width:725px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-8.jpg.png 631w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-8.jpg-300x122.png 300w\" sizes=\"(max-width: 631px) 100vw, 631px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Gambar di atas ini memperlihatkan tahapan pra rancangan untuk kajian \u00a0modular struktur bangunan baik secara horizontal maupun vertikal.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"656\" height=\"268\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-9.jpg.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1828\" style=\"width:721px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-9.jpg.png 656w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-9.jpg-300x123.png 300w\" sizes=\"(max-width: 656px) 100vw, 656px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Gambar di atas ini adalah model analisis iklim mikro\u00a0 (radiasi panas) bangunan dan kawasan dengan tools AI Galapagos yang mendukung desain bangunan berkelanjutan, seperti efisiensi energi, penetrasi cahaya alami dan penggunaan material.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"431\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-10.png-1024x431.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1829\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-10.png-1024x431.jpg 1024w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-10.png-300x126.jpg 300w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-10.png-768x323.jpg 768w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/pak-paul-10.png.jpg 1430w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Gambar di atas merupakan visualisasi akhir pada tahap pengembangan rancangan yaitu menemukan \u00a0bentuk akhir final dari bangunan dan penataan kawasan untuk dapat dilanjutkan pada tahapan penyusunan\u00a0 gembar kerja.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Lesson Learned<\/strong><br>Perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuka pendekatan baru dalam proses eksplorasi desain arsitektur. AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengembangkan ide, mengeksplorasi berbagai kemungkinan bentuk, serta mempercepat proses konseptualisasi dalam tahap awal perancangan (konsep dan pra rancangan) . Salah satu manfaat yang diperoleh adalah mempercepat waktu pekerjaan desain, sehingga dapat membantu menurunkan biaya operasional dalam bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Kehadiran AI dalam mendukung desain arsitektur yang luar biasa, telah membuat perubahan besar dalam dunia profesi arsitek. Arsitek dapat saja (merasa) \u00a0terancam kehilangan pekerjaan\u00a0 jika semua orang mempunyai kreativitas yang tinggi dalam menguasai AI tools dan prompt dalam dunia arsitektur. Pertanyaan yang muncul. Apakah arsitek masih diperlukan? Apakah seseorang harus berpendidikan arsitektur untuk mendesain sebuah karya arsitektur? <br>Terhadap pertanyaan tersebut, yang dapat \u00a0dijawab saat ini bahwa menjadi seorang arsitek tidak hanya untuk \u00a0menghasilkan gambar \u00a0namun\u00a0 lebih jauh\u00a0 dari itu. Seorang arsitek menghasilkan pikiran dan memecahkan masalah \u00a0dalam menciptakan karya lingkungan binaan yang mewadahi aktivitas manusia dengan baik. Arsitek dapat mengoptimalkan AI sebagai alat bantu (<em>assistance<\/em>) untuk optimalisasi tugas-tugas yang berulang. Sehingga arsitek fokus pada aspek kreatif, empati dan intuisi manusia yang tidak dimiliki teknologi mesin.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Sumber Dokumentasi : Modul webinar,2026<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kupang, 12\u00a0 Maret 2026<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Paul J. AndjelicusPerencana Madya\u00a0 Bidang Spasial\u00a0 Dinas Parekraf Provinsi NTT Anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) NTT Arsitektur sebagai salah satu sub sektor ekonomi kreatif ternyata tidak luput dari serangan badai &nbsp;teknologi &nbsp;kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Banyak karya desain arsitektur dewasa ini yang mengunakan AI khususnya kebutuhan menghasilkan visualisasi desain arsitektur yang semakin mendekati&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1820,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","footnotes":""},"categories":[45],"tags":[19],"class_list":["post-1818","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-arsitektur"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1818"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1818\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1830,"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1818\/revisions\/1830"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1820"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}