{"id":920,"date":"2025-06-20T15:27:51","date_gmt":"2025-06-20T07:27:51","guid":{"rendered":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/?p=920"},"modified":"2025-07-07T10:09:18","modified_gmt":"2025-07-07T02:09:18","slug":"desain-arsitektur-paviliun-promosi-wisata-ntt-belajar-dari-world-expo-2025-osaka-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/2025\/06\/20\/desain-arsitektur-paviliun-promosi-wisata-ntt-belajar-dari-world-expo-2025-osaka-jepang\/","title":{"rendered":"Desain Arsitektur Paviliun Promosi Wisata NTT (Belajar dari World Expo 2025 Osaka Jepang)"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"920\" class=\"elementor elementor-920\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-d44ee3a e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"d44ee3a\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-d9dc536 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"d9dc536\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Paul J. Andjelicus<br \/>ASN Dinas Parekraf Provinsi NTT<br \/>Anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)\u00a0 Provinsi NTT<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-87a2016 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"87a2016\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Rencana pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membangun 10 restoran khas NTT di 10 kota di Indonesia yang akan dimulai di Denpasar Bali, merupakan langkah nyata memperkenalkan potensi wisata dan industri ekonomi kreatif NTT di luar daerah dan dunia. Ini sejalan dengan\u00a0 Dasa Cita\u00a0 Program Strategis Provinsi NTT 2025-2029, khususnya Program Ketiga : \u201cWisata sebagai Penggerak Ekonomi Lokal\u201d, melalui upaya memperkuat ekowisata dan wisata budaya berbasis komunitas sebagai penggerak ekonomi\u00a0 lokal, menampilkan jati diri dan pesona NTT kepada dunia. Potensi wisata NTT memang sangat besar, terdapat\u00a0 1637 destinasi wisata yang tersebar di semua 22\u00a0 kabupaten dan kota yang terdiri dari 759 daya tarik wisata alam, 762 daya tarik wisata budaya dan 116 daya tarik wisata buatan. Ditunjang kekayaan industri ekonomi kreatif dan yang terbanyak pada sub sektor kuliner, fashion dan kriya dengan sekitar 10.803 pelaku ekonomi kreatif. Seperti sub sektor\u00a0 kriya yaitu tenun adat\u00a0 NTT yang terdiri dari 726 Motif Tenun\u00a0 (Dekranasda NTT,2024). Selanjutnya kekayaan budaya NTT juga begitu banyak dengan sekitar 16 suku asli yang menghasilkan tata cara budaya yang berbeda \u2013 beda seperti ratusan bahasa \/ dialek dan 14 ragam rumah adat \/ rumah tradisional.<\/p><p>Gagasan membangun restoran khas NTT di 10 kota besar Indonesia yang rencananya termasuk\u00a0 sentra promosi pariwisata dan investasi di luar daerah NTT merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kunjungan, lama tinggal dan belanja wisatawan di NTT. Ini termasuk promosi wisata secara langsung ini,\u00a0 dilakukan dengan mengikuti\u00a0 pameran promosi dan menghadirkan pusat informasi wisata di suatu di kota, daerah maupun negara yang menjadi target upaya peningkatan wisatawan. Strategi ini bukan hanya dilihat dari upaya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan tetapi juga upaya membuka\u00a0 pasar wisatawan yang baru bagi daerah atau negara yang masih kecil jumlah kunjungan wisatawannya.<\/p><p>Kehadiran anjungan atau paviliun NTT di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta\u00a0 sekitar tahun 1980-an merupakan langkah pertama promosi wisata NTT. Dalam kompleks seluas sekitar 7000 m persegi tersebut dibangun beberapa model rumah adat \/ rumah tradisional baik replika yang asli maupun sudah ada sentuhan atau modifikasi dengan arsitektur modern. Gerbang masuk kawasan ditempatkan ikon\u00a0 Komodo dan bangunan utama anjungan adalah bangunan dengan model rumah adat Ende Sao Ria.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-7bf0650 elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"7bf0650\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-caption\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"663\" height=\"334\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/1.jpg\" class=\"attachment-large size-large wp-image-923\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/1.jpg 663w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/1-300x151.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<figcaption class=\"widget-image-caption wp-caption-text\">Sumber: https:\/\/origin.streetdirectory.com<\/figcaption>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/figure>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-332471a elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"332471a\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-caption\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"722\" height=\"155\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/2.jpg\" class=\"attachment-large size-large wp-image-924\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/2.jpg 722w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/2-300x64.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 722px) 100vw, 722px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<figcaption class=\"widget-image-caption wp-caption-text\">Peta posisi anjungan\/paviliun NTT di TMII Jakarta dan beberapa fasilitas terbangun. Sumber: Istimewa<\/figcaption>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/figure>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-3c0989f elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"3c0989f\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Kegiatan promosi\u00a0 wisata NTT mulai\u00a0 dilakukan secara intensif dalam 10 tahun terakhir melalui keikutsertaan dalam berbagai\u00a0 ajang promosi wisata baik dalam maupun luar negeri. Kehadiran tersebut ditandai dengan kehadiran stan pameran atau booth\u00a0 yang sudah disiapkan dan juga membuat stan atau paviliun di area yang disiapkan.\u00a0 Contohnya pada ajang World Travel Mart (WTM) ke &#8211; 40 di London, Inggris tahun 2019. NTT hadir pertama kali dengan booth atau paviliun Exotic NTT seluas sekitar 37 m2 untuk mempromosikan\u00a0 pariwisata NTT yang kaya akan aneka ragam budaya, keindahan alam serta masyarakat yang ramah dan unik. Desain booth Exotic NTT pada saat itu menampilkan 2 (dua) ikon utama wisata NTT yaitu Komodo dan Danau Kelimutu Ende. Sementara pada WTM London 2017, walaupun tidak berpartisipasi secara langsung namun kehadiran NTT di\u00a0 Paviliun Indonesia ditandai dengan bangunan rumah adat Sumba yang disebut Uma Mbatangu.\u00a0<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-fda28b8 elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"fda28b8\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-caption\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"668\" height=\"267\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/3.jpg\" class=\"attachment-large size-large wp-image-925\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/3.jpg 668w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/3-300x120.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 668px) 100vw, 668px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<figcaption class=\"widget-image-caption wp-caption-text\">Paviliun Indonesia dan both Exotic NTT di WTM London 2019. Sumber : istimewa<\/figcaption>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/figure>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-70f3d93 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"70f3d93\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Istilah paviliun dan booth sering dipakai dalam kegiatan pameran untuk merujuk pada tempat melakukan pameran atau suatu produk.\u00a0 Pengertian paviliun adalah sebuah ruang terbuka berarsitektur fleksibel yang mengundang orang untuk masuk dan menghabiskan waktu di dalamnya. Konsep paviliun dapat digunakan sebagai tempat berteduh, tempat duduk, titik pertemuan, kafe, teater, atau untuk berbagai kegiatan seperti kuliah, acara, pameran, olahraga, bermain, relaksasi, bekerja, dan banyak lagi. Paviliun merupakan bangunan tambahan yang dapat digunakan sebagai tempat tinggal, tempat berkumpul, tempat rekreasi, dan masih banyak lagi dan\u00a0 dapat bersifat sementara atau permanen, tergantung pada kebutuhan pengguna. Sementara booth sendiri artinya tempat yang berlokasi di anjungan yang disediakan dalam bentuk area yang dibatasi dengan luasan tertentu digunakan sebagai ajang promosi, produk, jasa dan layanan masyarakat.<\/p><p>Saat ini sedang berlangsung World Expo di Osaka di Jepang, dari\u00a0 13 April hingga 13 Oktober 2025, yang merupakan\u00a0 ajang pameran berskala internasional yang mempertemukan berbagai negara untuk menampilkan inovasi, budaya, serta potensi kerja sama global dengan\u00a0 tema \u201cDesigning Future Society for Our Lives\u201d.\u00a0 Indonesia ikut serta dengan menyiapkan\u00a0 Paviliun Indonesia yang mengambil tema\u00a0 \u201cThriving in Harmony \u2013 Nature, Culture, Future\u201d atau\u00a0 mengharmoniskan alam, budaya, dan masa depan. Tema ini terinspirasi oleh filosofi Bali \u201cTri Hita Karana\u201d yang mengajarkan pentingnya keseimbangan antara manusia, alam dan Tuhan.\u00a0 Konsep desain paviliun dirancang oleh tim kerja dari mitra pihak ketiga seperti PT. Deta Decon, yang bertanggung jawab atas bagian eksterior dengan salah satu anggota arsitek adalah Ar. Bagus Diwangkoro,IAI.\u00a0 Sementara untuk bagian interior banyak pihak yang terlibat dan salah satunya adalah Didit Hediprasetyo Foundation (DHF).<\/p><p>Bentuk dasar paviliun merupakan stilasi bentuk badan kapal yang menjulang tinggi ke atas. Stilasi merupakan cara untuk mengubah bentuk asli objek dari berbagai arah. Teknik ini dilakukan untuk menghasilkan\u00a0 \u00a0bentuk baru yang bervariasi dan dekoratif, namun ciri bentuk aslinya\u00a0 masih dapat dilihat. Desain paviliun yang menjulang ke atas merepresentasikan sebuah pandangan yang optimistik, visioner, senantiasa bertumbuh, berkelanjutan dan merefleksikan sebuah kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang maju. Pemilihan bentuk dasar perahu melambangkan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dengan budaya maritim yang kuat sejak dulu.\u00a0 Perahu menjadi\u00a0 sarana menjalin hubungan berbagai komunitas yang beragam, sarana yang sangat melekat pada aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia dan membangun perdagangan lokal dan internasional agar terus berkembang. Perahu telah menjadi simbolis sejarah dan tradisi Indonesia yang sangat kuat sehingga bisa dijadikan sebagai salah satu ikon perjalanan bangsa Indonesia menuju masa depan. Perahu selalu menjadi benang merah dalam perkembangan kehidupan di Indonesia.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-f26e618 elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"f26e618\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-caption\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"681\" height=\"448\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/4-1.jpg\" class=\"attachment-large size-large wp-image-935\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/4-1.jpg 681w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/4-1-300x197.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 681px) 100vw, 681px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<figcaption class=\"widget-image-caption wp-caption-text\">Desain Arsitektur Paviliun Indonesia World Expo 2025 Osaka Jepang  Sumber : istimewa<\/figcaption>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/figure>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-15ab095 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"15ab095\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Desain paviliun Indonesia menampilkan\u00a0 gaya arsitektur modern dengan sentuhan elemen tropis. Struktur bangunannya memadukan bentuk geometris dinamis, material kayu, kaca, dan aksen alamiah yang mencerminkan harmoni antara tradisi dan kemajuan. Tulisan huruf Jepang\u00a0 &#8220;\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2&#8221; (artinya Indonesia) terpampang\u00a0 di fasad paviliun. Desain juga menjaga keharmonisan dan serasi dengan lingkungan tempat kegiatan Expo dan budaya Jepang secara keseluruhan.<\/p><p>Prinsip desain ramah lingkungan diterapkan\u00a0 \u00a0melalui penggunaan sumber daya alam secara efisien untuk meminimalkan dampak lingkungan. Bentuk konkritnya melalui\u00a0 penggunaan kayu Plana yang tahan lama dan ramah lingkungan. Kayu ini\u00a0 terbuat dari 60 persen sekam padi, 30 persen plastik daur ulang dan 10 persen bahan tambahan bahan terbarukan dan\u00a0 dirancang untuk menggantikan kayu konvensional. Paviliun Indonesia dapat disebut\u00a0 mendukung prinsip 10 R: Rethink, Retrieve Energy, Reorganize, Replace, Reduce, Recycle, Reuse, Replant, Recover, dan Repair. Selain penggunaan\u00a0 material, desain juga berupaya\u00a0 memaksimalkan pencahayaan alami untuk mengurangi konsumsi energi.<\/p><p>Paviliun Indonesia sendiri terbagi menjadi\u00a0 3 (tiga) area utama yaitu Area Nature, Culture dan Area Future yang memberikan nuansa, keindahan dan pengalaman berbeda dari pengunjung pada setiap area dan dilengkapi dengan teater mini dan ruang diskusi \/ meeting.\u00a0 \u00a0Paviliun\u00a0 juga dilengkapi area outdoor dengan\u00a0 panggung untuk pertunjukan budaya secara berkala. Pertunjukan\u00a0 ini menampilkan keberagaman tradisi dan ekspresi seni Indonesia, memberikan pengalaman budaya yang menyeluruh dan mengesankan bagi setiap pengunjung.<\/p><p><b>Gagasan Paviliun Wisata NTT<\/b><\/p><p>Paviliun promosi wisata dan budaya NTT yang akan dibangun dalam berbagai bentuk baik paviliun, pusat informasi pariwisata ataupun restoran khas NTT oleh Pemerintah Provinsi NTT yang berkolaborasi dengan stake holder terkait dan diaspora NTT diharapkan dapat\u00a0 menjadi etalase dan menjadi wadah untuk menceritakan beragam kekayaan NTT. Keragaman itu berawal\u00a0 dari sejarah, warisan budaya, pariwisata, industri ekonomi\u00a0 kreatif dan inovasi daerah dalam membangun masa depan NTT yang lebih baik. Kehadiran paviliun\u00a0 juga menjadi bagian penting dari upaya diplomasi budaya, promosi ekonomi daerah dan memperkuat hubungan antar daerah dan luar negeri.<\/p><p>Desain arsitektur paviliun NTT sebagai tampilan\u00a0 visual pertama\u00a0 tentu harus mencerminkan kearifan lokal dalam nuansa mendukung pembangunan berkelanjutan seperti yang sudah diperlihatkan paviliun Indonesia pada World Expo 2025 Osaka. Bentuk paviliun dapat diciptakan dari berbagai\u00a0 pendekatan\u00a0 dan sudut pandang. Dari aspek geografis, NTT adalah provinsi kepulauan dengan potensi maritim yang besar. Tema pengembangan\u00a0 Wisata Bahari dan Tematik Khusus bertaraf Internasional di NTT untuk mendukung\u00a0 kebijakan nasional untuk\u00a0 mengembangkan Koridor Bali dan Nusa Tenggara sebagai super hub pariwisata dan ekonomi kreatif bertaraf internasional dapat menjadi konsep dasar untuk menghadirkan desain arsitektur paviliun.\u00a0 Keharmonisan dan selaras dengan tema atau\u00a0 visi dari kegiatan pameran dan konteks lokasi di mana paviliun akan dibangun perlu mendapat perhatian utama.<\/p><p>Desain bangunan paviliun terkini -belajar dari bangunan paviliun World Expo 2025- memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan melalui upaya penggunaan energi dan air yang efisien dan material yang ramah lingkungan. Bentuk \u2013 bentuk khas budaya NTT yang ada menjadi sumber inspirasi kemudian dipadukan dengan model paviliun\u00a0 modern\u00a0 yang menggambarkan kehidupan masa depan dan penggunaan material terbarukan yang ramah lingkungan.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-144a8c2 elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"144a8c2\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-caption\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"675\" height=\"263\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/5.jpg\" class=\"attachment-large size-large wp-image-927\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/5.jpg 675w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/5-300x117.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 675px) 100vw, 675px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<figcaption class=\"widget-image-caption wp-caption-text\">Beberapa model  desain  Pavilium untuk berbagai kebutuhan seperti pameran. Sumber : Istimewa<\/figcaption>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/figure>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-44e67f4 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"44e67f4\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Bentuk rumah adat atau tradisional yang dimiliki NTT sebanyak 14 ragam bentuk arsitektur (FT Arsitektur Unwira Kupang,2025) dapat menjadi pilihan utama baik dengan menghadirkan bentuk aslinya atau replika maupun dalam bentuk kontemporer. Ini ditunjang oleh ornamen\u00a0 motif daerah, motif kain tenun, alat hasil budaya daerah yang ada seperti alat musik, peralatan\u00a0 bertani, berlayar dan lainnya dapat menjadi inspirasi bentuk paviliun.\u00a0 Rumah adat di NTT secara garis besar untuk 3 pulau besar (Sumba, Flores dan Timor) mempunyai ciri rumah panggung, tritisan yang lebar dan dominasi pada atap. Rumah adat Sumba biasa disebut Uma Bokulu berarti rumah besar atau Uma Mbatangu artinya rumah menara. Rumah adat itu merupakan rumah bermenara yang dibangun dengan tiang utama dari batang pohon Aren dengan ketinggian dapat mencapai 30 meter, dilapisi dinding terbuat dari bambu dengan atap dari jerami. Sementara salah satu rumah adat di Flores adalah Mbaru Niang\u00a0 yaitu rumah khas suku Manggarai yang juga\u00a0 dapat menjulang sampai ketinggian 15 meter. Kemudian di Timor ada Rumah adat suku Belu yang juga memperlihatkan dominasi atap pada keseluruhan bangunan seperti rumah adat di Sumba dan Flores.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-ebf1f49 elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"ebf1f49\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-caption\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"658\" height=\"152\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/6-1.jpg\" class=\"attachment-large size-large wp-image-936\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/6-1.jpg 658w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/6-1-300x69.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 658px) 100vw, 658px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<figcaption class=\"widget-image-caption wp-caption-text\">Rumah Adat Uma Mbatangu di Sumba, Rumah Adat Mbaru Niang Manggarai dan Rumah Adat di Belu. Sumber : Istimewa<\/figcaption>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/figure>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-4c9b9db elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"4c9b9db\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Kehadiran 2 ikon wisata utama NTT adalah Komodo dan Danau Tiga Warna Kelimutu tetap menjadi magnet utama yang dapat dipadupadankan sebagai bentuk atau mengisi panil ruang paviliun promosi. Bentuk hewan Komodo sudah diaplikasi sebagai bentuk bangunan Museum Komodo dan Jagat Satwa Nusantara\u00a0 di TMII Jakarta, sementara untuk Danau Tiga Warna Kelimutu menjadi panil utama mengisi ruang paviliun. Upaya lainnya adalah\u00a0 alat musik Sasando yang diaplikasikan sebagai bentuk arsitektur bangunan Kantor Gubernur NTT yang menjadi ikon baru Kota Kupang.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-debf535 elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"debf535\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-caption\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"619\" height=\"186\" src=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/7.jpg\" class=\"attachment-large size-large wp-image-937\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/7.jpg 619w, https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/7-300x90.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 619px) 100vw, 619px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<figcaption class=\"widget-image-caption wp-caption-text\">Bentuk Museum Komodo dari Reptil purba Komodo di Jakarta dan bentuk Gedung Kantor Gubernur NTT di Kupang dari alat musik tradisional Sasando dari Rote Ndao. Sumber : istimewa<\/figcaption>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/figure>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-fca828f elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"fca828f\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\" style=\"font-family: 'Arial',sans-serif;\">Penerapan teknologi digital juga\u00a0 dapat dipakai untuk melengkapi promosi wisata dan budaya di paviliun yang terkadang menempati area yang kecil sehingga ada keterbatasan dalam penyajian informasi. Beberapa cara yang dapat ditempuh \u00a0melalui tampilan screen layer digital raksasa untuk video presentasi baik pada dinding dan plafon, fasilitas teknologi AR (<i>Augmented Reality<\/i>) dan VR (<i>Virtual Reality<\/i>) yang akan menghadirkan pengalaman\u00a0 destinasi wisata NTT. Bentuk lain adalah foto digital seperti yang ditampilkan Paviliun Indonesia pada pameran arsitektur dunia, Venice Architecture Biennale di Venice, Italia tahun 2018. Pada saat itu\u00a0 ditampilkan foto digital berbagai arsitektur Indonesia sesuai tema pameran, disertai barcode yang apabila dihubungkan dengan aplikasi piranti lunak tertentu akan menghadirkan gambar 360 derajat dari bangunan tersebut.<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 10.0pt; line-height: 107%;\">Dokumentasi Foto\u00a0 Depan : Istimewa<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Paul J. AndjelicusASN Dinas Parekraf Provinsi NTTAnggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)\u00a0 Provinsi NTT Rencana pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membangun 10 restoran khas NTT di 10 kota di Indonesia yang akan dimulai di Denpasar Bali, merupakan langkah nyata memperkenalkan potensi wisata dan industri ekonomi kreatif NTT di luar daerah dan dunia. Ini sejalan dengan\u00a0&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":922,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","footnotes":""},"categories":[45],"tags":[19,42],"class_list":["post-920","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-arsitektur","tag-arsitektur-pariwisata"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/920","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=920"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/920\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":940,"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/920\/revisions\/940"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/922"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=920"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=920"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/disparekraf.nttprov.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=920"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}